Kamis, 21 Desember 2017

Budayaku identitasku




RITUAL REBO BONTONG

Perayaan mandi Safar "Rebo Bontong" (hari Rabu terakhir), dilakukan oleh sebagian masyarakat suku Sasak, suku asli Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Ritual ini dipercaya oleh masyarakat untuk membersihkan diri dari segala macam penyakit selama satu tahun ke depan. Ritual ini sekaligus menandai berakhirnya bulan Safar dan menyambut datangnya bulan Mulud.
Menurut Rohiman, ritual mandi bersama pada perayaan Rebo Bontong merupakan tradisi yang dilaksanakan secara turun temurun sejak ratusan tahun silam yang diniatkan untuk menyucikan badan menyambut perayaan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW. Masyarakat Suku Sasak berbondong-bondong datang ke sungai dan mandi beramai-ramai.
 Masyarakat percaya, barang siapa yang mandi di Rabu terakhir bulan Safar, maka akan menghilangkan sakit selama satu tahun ke depan dan juga sebagai pengerat tali silaturahmi antarwarga.
Di desa Batu Kuta kec. Narmada, Lombok Barat, sebelum acara Rebo bontong dilaksanakan, masyarakat terlebih dahulu melakukan tetulak desa dan tetulak gubuk, kegiatan tersebut berlangsung mulai dari lima hari sebelum hari rabu terakhir bulan syafar (rebo bontong)

Pada hari pertama, warga terlebih dahulu membuat jajanan khas lombok yaitu bubur putih dan bubur merah untuk dimakan bersama saat selesai kegiatan besentulak hari pertama tersebut. bubur putih dan bubur merah ini mempunyai makna yaitu sebagai berakhirnya.bulan syafar dan akan tibanya bulan maulud Nabi Muhammad SAW. warga Batu Kuta berkeliling desa (setiap gang/jalan kecil) untuk melakukan ritual BESENTULAK ( membaca doa-doa ,solawat dan diakhiri dengan kumandang azan yang dilakukan oleh penghulu) dan dilakukan pada malam hari.

Pada hari kedua, warga kembali melakukan ritual besentulak seperti hari pertama tetapi tanpa membuat makanan. mereka mendatangi kuburan umum dan berkeliling jalan utama.

Pada hari ketiga, warga kembali membuat jajanan khas yaitu jongkong, apem, cerorot sebelum melakukan ritul.pada hari ketiga ini warga mengelilingi gang-gang jalan yang lebih sempit dan disana lah mereka melakukan ritual dan diakhiri dengan makan bersama.

Pada hari keempat, warga hanya melakukan ritual besentulak tanpa mebuat jajanan khas.
Pada malam terakhir merupakan malam puncak , seluruh masyarakat membuat makanan. mereka kembali melakukan ritual dan diakhiri dengan Roah (makan bersama) di depan masjid.

Selain sebagai ritual keagamaan yang dilakukan secara turun-temurun, kegiatan ini juga sebagai ajang silaturrahmi dan pengerat tali persaudaraan antarsesama.

24 komentar:

Unknown mengatakan...

Wah informasi yang bermanfaat, terimakasi sudah membantu saya mengetahui budaya sasak. terus kembangkan 👍👍👍

Anonim mengatakan...

Mantap jiwa informasinya jangan lupa kembangkan yaa 😊

Unknown mengatakan...

Alhamdulillah setelah sy baca ritual rebo bontong di blog ini, saya menjadi lebih paham mrngenai budaya sasak

Unknown mengatakan...

Terimakasih telah menambah wawasan saya tentang budaya sasak 😊 yang sebelumnya saya tidak mengetahui sekarang saya lebih mengetahui 😊

Unknown mengatakan...

Terimakasih atas pemaparannya, semoga bermanfaat untuk kita semua😊

Unknown mengatakan...

Terimakasih atas pemaparannya, semoga bermanfaat untuk kita semua😊

Unknown mengatakan...

Terimakasih telah menambah wawasan saya tentang budaya sasak 😊 yang sebelumnya saya tidak mengetahui sekarang saya lebih mengetahui 😊

Roy wirayudha mengatakan...

Wah informasi yang sangat bermanfaat 👍👍

Unknown mengatakan...

Adakah filosofi bahwa tradisi Rabo Bontong ini dapat menghilangkan sakit selama satu tahun ke depan?

Muna Eva mengatakan...

Menurut saya tidak ada filosofi yang kongret mengenai hal itu, tapi tentang kepercayaan, dan sugesti

EriwMP mengatakan...

Itu sudah dijelaskan oleh nabi Muhammad saw. Bahwa barang siapa yang berpuasa pada hari asyura maka akan diampuni dosa satu tahun sebelum dan sesudahnya.

tiarautamiazhari mengatakan...

Namanya ritual adat istiadat dan kebudayaan. Tergantung niat menurut saya, tidak ada yang salah dari seyiap ritual/tradisi

tiarautamiazhari mengatakan...

Namanya ritual adat istiadat dan kebudayaan. Tergantung niat menurut saya, tidak ada yang salah dari seyiap ritual/tradisi

YUMIRE mengatakan...

Berpikir positif tentang ritual
Super....
Terima kasih infonya...

Syadiah hilwa mengatakan...

Apapun ritual kebudayaan kita semunya pasti mempunyai maksud dan tujian yang baik.
Terimakasih, dengan postingan ini saya mengetahui ritual rebo bontong

Widankyu mengatakan...

Bagus, apakah ritualnya khusus hari rabu?

suliastri mengatakan...

mantapppp,,,,sungguh budaya yng luarr biasa....

Permata mengatakan...

Super.... rebo bontong.... katanya busa buang penyakit ya di daerahku si gituu... he he
Makasih pengetahuan baru ni

EriwMP mengatakan...

Tepatnya rabu terakhir bulan syafar

Ruang temu dan kenang. Semoga tulisan-tulisan ini melekat pada hati yang paling dalam 🌻 mengatakan...

Yg menarik perhatian sya yaitu ritual yg sering disebutkan diatas. Bagaimana ritual tersebut? Seperti apa?

JinggaSenin.blogspot.com mengatakan...

keren juga yah tradisinya.
semangat melestarikan budaya

siti halimah98 mengatakan...

Sasak memang kaya akan budaya islaminya

sandi mengatakan...

apakah di daerah lain melaksanaan teradisi rabo bontong ini?

Unknown mengatakan...

Sangat unik dan menarik...